Selamat idul fitri, happy ied mubarok, mohon maaf lahir dan batin. :)
Catatan Awkward Dari Seorang Pelajar Gak Jelas Asal Usulnya Yang Penting Happy No Kacang No Telur No Segalanya Apapun Deh Terserah :)
Senin, 28 Juli 2014
Rabu, 09 Juli 2014
Me? and 18?
생일 축하 합니다 !! 맛루리얗 !!
Ya, hari ini birthday gue yang ke 18 tahun. Emang ga kerasa, gue udah mulai menua. hiks. Hari ini juga bertepatan dengan pemilu presiden. Gara-gara hal itu, gue jadi tahu dari berbulan-bulan sebelumnya kalo birthday gue, 9 Juli itu hari rabu tanpa membuka kalender. hahaha *penting?*
Hari ultah gue seperti biasa, kalo gak pas liburan kenaikan kelas ya pas puasa atau gak ya keduanya kayak sekarang. Gue pagipagi udah bangun, sahur dong, kali ini unni pulang karena lagi liburan, jadi rame banget di rumah. Sekarang gue lagi klop2 nya sama unni. Alasannya simpel, unni gue susah keluar dari universitasnya sedangkan gue sulit masuk universitas. hahaha iya serius!
Jam 10, kita sekeluarga menyalurkan hak suara, entah kenapa tps nya sepi, kita kesana langsung dikasih kertas, coblos, celup, udah, ga pake antri. Trus agenda selanjutnya, nganterin emak belanja. Niatnya sih gitu. Sampe akhirnya, malah unni sama gue yang paling banyak belanjaannya. Okesip.
Setelah itu kita pulang, and you know what? rumah kita kekunci dari dalem. -__- Ya, akhir-akhir ini memang kerap terjadi, waktu itu habis tarawih juga gitu, kita di luar sampe kedinginan, keluarga yang juga merangkap sebagai tetangga gue jadi kumpul semua di teras rumah, tapi kemudian kita menemukan celah. Lha sekarang beda! Kekunci semua. Jadilah kamar gue yang jadi korban, kenapa? karena jendelanya dicongkel sama babe, dan karena gue paling kecil, gue juga yang disuruh lompatin jendela. Sore nya gue sama unni antri beli batagor. Sampe waktu buka puasa, belum kelar juga ngantrinya. Unni dengan pedenya malah mendeklarasikan itu batagor sebagai hadiah ulang tahun buat gue. haha
Dan malamnya, entah kenapa keluarga gue heboh sama quick count dan hastag #TVoneMemangBeda. Jagoan keluarga gue menang quick count. Ya itu adalah hadiah tersendiri bagi keluarga gue yang sangat fanatik itu. :) Gue dan unni juga gak kalah syok sama hastag yang dibuat ajang sindir menyindir bergenre komedi tsb, yang sempat bertengger di no.1 trending topic worldwide begitu lama. Entah kenapa menurut gue itu membuat image buruk untuk INA, karena orang luar jadi tau kalo di Indo ada media yang sedikit tidak normal -.- ahh memalukan sekali.
Hmm selain pilpres, bulan ini juga diwarnai oleh pertandingan sepak bola world cup sampai agresi di jalur gaza. #PrayforGaza. Ultah kali ini memang serasa lebih ekstrim dari biasanya. Gue bersyukur karena masih dikasih tambahan umur, kesehatan juga, alhamdulillah.. dan yang paling penting, semoga kelakuan gue juga lebih dewasa. Aminin gaes!
nb: yang ngerti hangul, itu tulisan paling atas bener apa salah yak? cmiiw
Sekian.
Rabu, 02 Juli 2014
Lagi Serius
Sebelumnya, gue gak tau apa-apa sama yang namanya politik, gue cuma mengetahui dunia pendidikan Indonesia, yang sedikit.... you know lah. Hingga gue menemukan seorang Anies Baswedan, yap! beliau idola gue, bersama gerakan "Indonesia Mengajar" nya. Calon bapak menteri pendidikan versi gue. Beliau juga sempat ikut dalam konvensi kandidat capres dari partai demokrat. Gue setuju banget waktu itu.
Setelah insiden UN standar internasional, gue semakin fokus memantau perkembangan pendidikan *ceilah*. Gue sadar sistem pendidikan di Indonesia ditentukan oleh orang yang memiliki wewenang mengaturnya. Dan untuk memilih orang tersebut harus melalui dunia politik. Jadi, pendidikan dan politik saling berkaitan. Sekarang, gue menyadari hal itu dan mulai sedikit mempelajari politik.
Sejujurnya kedua calon yang ada saat ini tak bisa dipercaya sepenuhnya, meragukan. Kedua kubu sama sama kampanye dari yang kreatif sampai kampanye yang bikin marah, sama sama keluar masuk bawaslu juga -.- tapi mau gimana lagi, cuma mereka pilihan yang ada, gue juga sadar gak ada manusia yang sempurna, jadi gue hanya perlu memilih siapa yang sedikit lebih bisa dipercaya. Setelah terjebak ditengahtengah, gue akhirnya pilih.... jokowi.
Kenapa? karena menurut gue setidaknya dia tak memiliki beban masa lalu. *tapi beban masa kini cc: jkt, tapi toh jkt juga bagian indonesia* ya dulu gue sempat kagum sama bapak satu ini, beliau menjadi walikota kemudian gubernur, beliau dicintai rakyat, like a hero. Ya, itu dulu. Sekarang gue lebih realistis dan mengetahui lebih jauh bahwa beliau tidak se super itu. Orang iri dimana2, banyak hujatan hingga segala hal negatif beliau dikuak. Gue sempet bingung, karena banyaknya kampanye negatif ataupun kampanye hitam yang dilontarkan kubu sebelah dan masalahnya gue sulit membedakan. Ini kampanye hitam apa negatif sih? Jangan2 gue salah milih lagi! Ya pikiran seperti itu sempat bertengger di kepala gue. Hingga gue memutuskan untuk tidak menghiraukan hal tersebut. Gue juga teryakinkan kembali setelah mendapat email dari idola gue tentang alasannya berani menentukan pilihan dan akhirnya mendukung jokowi.
"Kita harus selalu siap dan berani ambil pilihan lalu hadapi. Jangan diam dan mendiamkan. Apapun pilihan kita itu adalah karena kecintaan kita pada Indonesia dan komitmen kita untuk memanjukan bangsa tercinta ini. Perbedaan pilihan tidak boleh menyebabkan permusuhan. Lawan beda dengan musuh. Lawan debat adalah teman berpikir, lawan badminton adalah teman berolah raga. Beda dengan musuh yang akan saling menghabisi, lawan itu akan saling menguatkan."
Gue akhirnya menyadari kebenaran yang diungkap oleh pak anies. "Saatnya orang baik memimpin." Salam Dua Jari. :)
Sekian.