Sebelumnya, gue gak tau apa-apa sama yang namanya politik, gue cuma mengetahui dunia pendidikan Indonesia, yang sedikit.... you know lah. Hingga gue menemukan seorang Anies Baswedan, yap! beliau idola gue, bersama gerakan "Indonesia Mengajar" nya. Calon bapak menteri pendidikan versi gue. Beliau juga sempat ikut dalam konvensi kandidat capres dari partai demokrat. Gue setuju banget waktu itu.
Setelah insiden UN standar internasional, gue semakin fokus memantau perkembangan pendidikan *ceilah*. Gue sadar sistem pendidikan di Indonesia ditentukan oleh orang yang memiliki wewenang mengaturnya. Dan untuk memilih orang tersebut harus melalui dunia politik. Jadi, pendidikan dan politik saling berkaitan. Sekarang, gue menyadari hal itu dan mulai sedikit mempelajari politik.
Sejujurnya kedua calon yang ada saat ini tak bisa dipercaya sepenuhnya, meragukan. Kedua kubu sama sama kampanye dari yang kreatif sampai kampanye yang bikin marah, sama sama keluar masuk bawaslu juga -.- tapi mau gimana lagi, cuma mereka pilihan yang ada, gue juga sadar gak ada manusia yang sempurna, jadi gue hanya perlu memilih siapa yang sedikit lebih bisa dipercaya. Setelah terjebak ditengahtengah, gue akhirnya pilih.... jokowi.
Kenapa? karena menurut gue setidaknya dia tak memiliki beban masa lalu. *tapi beban masa kini cc: jkt, tapi toh jkt juga bagian indonesia* ya dulu gue sempat kagum sama bapak satu ini, beliau menjadi walikota kemudian gubernur, beliau dicintai rakyat, like a hero. Ya, itu dulu. Sekarang gue lebih realistis dan mengetahui lebih jauh bahwa beliau tidak se super itu. Orang iri dimana2, banyak hujatan hingga segala hal negatif beliau dikuak. Gue sempet bingung, karena banyaknya kampanye negatif ataupun kampanye hitam yang dilontarkan kubu sebelah dan masalahnya gue sulit membedakan. Ini kampanye hitam apa negatif sih? Jangan2 gue salah milih lagi! Ya pikiran seperti itu sempat bertengger di kepala gue. Hingga gue memutuskan untuk tidak menghiraukan hal tersebut. Gue juga teryakinkan kembali setelah mendapat email dari idola gue tentang alasannya berani menentukan pilihan dan akhirnya mendukung jokowi.
"Kita harus selalu siap dan berani ambil pilihan lalu hadapi. Jangan diam dan mendiamkan. Apapun pilihan kita itu adalah karena kecintaan kita pada Indonesia dan komitmen kita untuk memanjukan bangsa tercinta ini. Perbedaan pilihan tidak boleh menyebabkan permusuhan. Lawan beda dengan musuh. Lawan debat adalah teman berpikir, lawan badminton adalah teman berolah raga. Beda dengan musuh yang akan saling menghabisi, lawan itu akan saling menguatkan."
Gue akhirnya menyadari kebenaran yang diungkap oleh pak anies. "Saatnya orang baik memimpin." Salam Dua Jari. :)
Sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar