Sore gengs
Setelah menghujat orang baper di postingan lama, akhirnya gue kena batunya. Okesial. Gue lagi baper maksimal, lagi males ngomong sama siapa-siapa. Kenapa? Karena gue, entah kenapa cuma gue, kayak di pojokkan. Ya ini tentang kelompok gue semester ini. Gue kemaren lagi sakit udah bela-belain berangkat kelompokan. Dari siang sampai malem gue di kampus. Tapi kenapa cuma gue yang diginiin. Gue udah coba ngelawan, gue kasih alasan-alasan yang emang terjadi.
"Heh koe males2an, karepmu piye? iso tak coret jenengmu" dia sms
"Males2an piye toh, aku jobdesk ngerjain, kerkol yo melu, trus maksudmu piye?" gue nulis sambil ngomel-ngomel gaje ngemilin aspal.
"......................" trus dia langsung nelfon.
Gue angkat dengan banyak kata di pikiran gue yang pengen gue sampein. Gue udah bilang kalo gue gak tau ada kelompokan lagi. Dia malah bawa-bawa rumahnya yang jauh dari kampus sebagai alasan pembenaran, yang gue sama sekali gak ngerti apa kaitannya. Jadi intinya dia yang rumahnya jauh aja bisa ikut kelompokan terus tapi gue yang deket malah kayak gitu. Trus dia gak kasihan gitu. Lah trus gimana emang gue gak tau kan yak kalo ada kelompokan? Gue juga kasihan sama mereka yang rumahnya jauh, tapi gue bisa apa? Itu udah jadi resiko juga kan yak? Yaudah gue terima aja omelan dia sampai abis.
Ya, kelompok gue kali ini emang sedikit sensitif, salah dikit, lu bakal kena hujat atau enggak coret nama. Heran gue sumpah. Dulu gue kelompokan gak gini-gini amat ya, setidaknya mereka nerima gue dengan apa adanya gue, tanpa perlu nyalah-nyalahin, saling teriak, dan baper gak jelas. Kita jalanin kelompokan yang sampai pagi dengan atmosphere yang santai, bahagia, canda, dan tawa tapi tugas tetep selesai. Nah gue pengennya gitu. Tapi seolah-olah gue yang bikin kelompok gue sekarang jadi kayak gini.
Ya Allah mudahkanlah segala urusan kami. Amiin. Doa bentar yuk gengs.
اللّٰـهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى
السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ
مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا
شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ
وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ
السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ
مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا
شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ
وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Terimakasih gengs. *bow*
Sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar