Hari ini gue dapet libur
setelah uts. Gue mau pulang tapi ada kelompokan, padahal gue kangen masakan
rumah. Hiks.
Menghabiskan waktu yang
ada, gue nonton drama yang udah lama gue pengen nonton. Yap, 13 reasons why. Gue
mulai nonton gegara itu drama populer banget, drama yang bikin mikir kayak
comebacknya BTS yang penuh dengan teori. Temanya tentang suicide. Gue udah
siap-siap mau nonton yang darah2 secara gue kaga suka hororr dan yang creepy
gitu. Gue nonton dua episode awal, gue langsung shock. Sumpah ini drama apaan,
keren banget yang bikin cerita. Gue gak kepikiran sama sekali. Gue gak tau kehidupan
di US ternyata high schoolnya kayak gitu. Dua episode awal langsung ada sexual
assault, bullying. Gue langsung siap2 dengan kemungkinan terburuk di beberapa
episode kedepan. Yap, diakhir episode hannah get ripped trus bunuh diri. Gue
nangis. Karakter Hannah disini hidupnya sedih banget. Walaupun gitu dia
sebenarnya masih punya keluarga dan Clay. Jadi gue gak begitu bisa mengerti
kenapa dia commit suicide.
Anyway, sebenernya inti
dari post ini gue mau cerita dikit tentang Clay. Clay Jensen, teman sekelas dan
orang yang disuka sama Hannah. Hannah ninggalin kaset rekaman tentang orang-orang
yang jadi alasan dia commit suicide dan Clay salah satunya. But not in bad way,
sebenarnya Clay juga suka sama Hannah cuma dia gak ngomong dan dia dengerin
setiap rekaman dengan sambil tracking setiap momen rekamannya sama mencoba
nyelesein masalah yang ada dengan berurusan sama orang yang terlibat. Karakter
Clay ini mirip banget sama gue. Good boy, orang yang gak peduli amat sama
omongan orang, introvert, dan terlambat ngungkapin apa yang ada di dalam
hatinya. Menyesal tapi gak bisa berbuat apa-apa soalnya dia kalah terhadap
dirinya sendiri. Sikap dan apa yang dia katakan yang salah dimengerti. Not good
with words lah intinya. Gue ngeliat diri gue di karakter itu. It’s too late to
change the situation, gak bisa berbuat apa-apa, dan menyesal kemudian.
Sekian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar