Jumat, 13 April 2018

So hii

     Hari ini gue dapet libur setelah uts. Gue mau pulang tapi ada kelompokan, padahal gue kangen masakan rumah. Hiks.
     Menghabiskan waktu yang ada, gue nonton drama yang udah lama gue pengen nonton. Yap, 13 reasons why. Gue mulai nonton gegara itu drama populer banget, drama yang bikin mikir kayak comebacknya BTS yang penuh dengan teori. Temanya tentang suicide. Gue udah siap-siap mau nonton yang darah2 secara gue kaga suka hororr dan yang creepy gitu. Gue nonton dua episode awal, gue langsung shock. Sumpah ini drama apaan, keren banget yang bikin cerita. Gue gak kepikiran sama sekali. Gue gak tau kehidupan di US ternyata high schoolnya kayak gitu. Dua episode awal langsung ada sexual assault, bullying. Gue langsung siap2 dengan kemungkinan terburuk di beberapa episode kedepan. Yap, diakhir episode hannah get ripped trus bunuh diri. Gue nangis. Karakter Hannah disini hidupnya sedih banget. Walaupun gitu dia sebenarnya masih punya keluarga dan Clay. Jadi gue gak begitu bisa mengerti kenapa dia commit suicide.
     Anyway, sebenernya inti dari post ini gue mau cerita dikit tentang Clay. Clay Jensen, teman sekelas dan orang yang disuka sama Hannah. Hannah ninggalin kaset rekaman tentang orang-orang yang jadi alasan dia commit suicide dan Clay salah satunya. But not in bad way, sebenarnya Clay juga suka sama Hannah cuma dia gak ngomong dan dia dengerin setiap rekaman dengan sambil tracking setiap momen rekamannya sama mencoba nyelesein masalah yang ada dengan berurusan sama orang yang terlibat. Karakter Clay ini mirip banget sama gue. Good boy, orang yang gak peduli amat sama omongan orang, introvert, dan terlambat ngungkapin apa yang ada di dalam hatinya. Menyesal tapi gak bisa berbuat apa-apa soalnya dia kalah terhadap dirinya sendiri. Sikap dan apa yang dia katakan yang salah dimengerti. Not good with words lah intinya. Gue ngeliat diri gue di karakter itu. It’s too late to change the situation, gak bisa berbuat apa-apa, dan menyesal kemudian.
     
     Nonton ini drama banyak pelajaran berharga yang gue ambil, baik tentang friendship, love, relationship, family, dan betapa kacaunya kehidupan dewasa. Yang mementingkan kepentingan masing-masing dibandingkan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Dan paling penting yang memulai semua ini terjadi, bullying. There's a line between teasing someone and purposely hurt them over and over again. Ohh iya, diakhirakhir finally I fall for Alex, but then he commit suicide too. Ahh why so sad. :( Can’t wait for season 2! Walaupun ada beberapa hal yang gak terjawab di season 1 I hope that I can find the answer in season 2. Hahaha Thank you!

Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar