Coretan gue setelah dengerin forever rain. Gatau kenapa ini lirik dalem banget. Sampe pengen gue bikin detail kemungkinan penjelasannya walaupun gue gatau persis apa yang pengen disampaikan sama joon. Ini cuma hasil dari pikiran gue.
Gue kagum banget sama dia yang bisa nerjemahin apa yang dibenak jadi lirik lagu. Gue yang relate banget sama mono. Seneng aja ketika apa yang gue pikirkan selama ini diterjemahin oleh orang lain dan gue jadi mikir ahh ternyata bukan gue sendiri yang punya perasaan kayak gini diluar sana ada orang yang ngerasain hal yang sama. Joon pen banget gue pukpuk bangga banget sama kamu, pen bilang kalo kamu gak sendirian.
Coretan ini gue tulis 18 oktober ketika wifi mati dan gue gabut, gue gatau mau naruh dimana. Satu-satunya judul yang nyangkut cuma ini. Jadi gue taruh disini aja. Hahahaha
Your face your name your self.
My face bulet lonjong mata gede sebelah kiri jadi pasti bermasalah kalo dipakein bulu mata. Alis gue tipis kayak punya mommy dan gue masih berusaha buat nebelin soalnya gue gak bisa gambar alis. Bibir gue kecil hampir berbentuk love. Hidung gak mancung banget tapi masih bersyukur. Pipi gue kadang keliatan tembem sebelah gue juga gatau kenapa tapi gue dulu pernah jatuh dari motor dan nglukain pipi gue mungkin bisa dijadiin salah satu faktor penyebabnya. Gue juga mulai pake kacamata. Telinga gue kaku trus kemiringan beda juga. Aneh ya emang.
Your name. Nama gue masruriyah yang artinya orang yang selalu bahagia. Gue berterimakasih udah dikasih nama yang artinya bagus. Gue gak bisa bayangin gue dipanggil dengan nama selain nama gue yang sekarang. Nama gue yang ngasih pakde. Gue juga gak tau kenapa. Mungkin yang lebih ngerti.
Your self. Gue mahasiswa biasa yang idealis dan suka dengan kebebasan. Orang bilang kalo gue carefree. Dan gue akuin itu. Kadang gue act like gue carefree. Sebenernya gue terlalu pemikir sampe kadang gue kewalahan sama pikiran gue yang dengan random mikirin apa aja dan gue gak bisa kontrol. Jadilah gue se carefree mungkin berusaha untuk tidak jadi gila. Mungkin dimata orang jatuhnya ignorant dan gue gak bertanggungjawab atas apa yang mereka pikirkan soal gue. They have their own mind so i respect that. Tau kan kadang gue gak bisa percaya sama otak gue sendiri. Kayak dia punya pikiran sendiri yang bertentangan sama hati gue. Semacam penghasut. Seorang introvert yang suka di dalem rumah. Gue suka sendirian tapi gue juga bersyukur kalo ada orang disamping gue. Gue bisa on off berdasarkan sifat orang yang yang gue ajak sosialisasi, excited kalo sama orang2 yang gue nyaman sama mereka dan tiba2 off soalnya kelamaan diluar. Mood swing banget. Weird right. Bahkan gue belum mengerti apa yang sebenernya terjadi di dalem gue. Gue masih berusaha mengenal diri gue sendiri. Wish me luck. Gue suka berada di alam bebas yang gak banyak orang. Gue masih bisa berada di keramaian asal dengan orang yang gue deket atau di keramaian dengan gak ada siapa pun yang kenal gue. Gue juga suka ngliatin orang melakukan aktivitas mereka di keramaian. Kadang gue caper tapi jadi gugup ketika all eyes on me. Gue awkward. Gak lucu. Tapi gue good listener. Gue suka dengerin orang curhat. Walaupun gue gak bisa kasih saran ampuh. Gue gak suka cerita karena setelah gue curhat malah tambah kepikiran dan ngerasa gak nyaman sama diri sendiri. I think i need to find the right person to tell my story. Gue gak mudah percaya sama orang tapi kadang gue lalai jadilah gue terlibat dalam masalah yang gak perlu. Masalah utama gue yaitu mudah disalahpahami trus dibarengi sifat yang gak suka cerita. Gue suka musik dan walaupun suara gak bagus tapi gue suka nyanyi. Musik selalu ada pas gue butuh ditemenin. People say it's just music but surprisingly it means a lot for me.
Love yourself Know your name Speak yourself.
Love yourself. I'm trying my best. Mulai dari memahami diri sendiri dengan segala kekompleksannya. Menerima diri sendiri baik sisi positif ataupun negatif. Walaupun gue butuh effort yang lebih keras untuk mencapai diri ideal seperti yang ada dipikiran gue tapi tetap gue suka diri gue saat ini. Tidak kurang tidak lebih. Gue bersyukur.
Know your name. Gue masruriyah, anak magelang wilayah yang kebanyakan merupakan desa dan pegunungan. Putri dari ibu rumah tangga pekerja keras dan ayah seorang pengajar sekolah dasar. Memiliki seorang saudara perempuan yang walaupun kadang tidak akur namun tetap menyayangi satu sama lain. Hidup di desa cukup menyenangkan dengan belum ada gadget dan teknologi yang mau tidak mau mendorong kita untuk keluar dari rumah dan bermain bersama teman. Asik bisa menghabiskan masa anak-anak dengan berenang di sungai dan bermain mainan tradisional. Masruriyah memiliki arti orang yang selalu bahagia. Nama tersebut memberikan semangat dan rasa optimis bahwa semua akan baik-baik saja. Walaupun pada kenyataannya menjalani kehidupan ini masih terasa tidak biasa, dan masih tidak mengetahui bagaimana dunia ini bekerja setelah hidup didalamnya selama 23 tahun. Tetap saja masih berjuang untuk menjalaninya. Wish me luck.
Speak yourself. I'm trying my best in this. But still i find it so hard to tell someone else what's in your mind. I can't tell everything without afraid they gonna judge me. Afterward effect really kill me my mind my feel. I know i shouldn't think too much but i have no control on my brain. I can't help it to think about it. The struggle is real huh.
Okay. Thank you for coming to my ted talk.
Sekian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar